

LAMPUNG TIMUR, KOMPAS.com — Harga kelapa sawit di Kabupaten Lampung Timur anjlok dari Rp 1.500 per kg menjadi Rp 600 per kg sehingga banyak petani sawit yang beralih menanam singkong.
"Harga kelapa sawit sangat rendah. Hasilnya tidak mampu menutupi biaya produksi," kata Sekretaris Gabungan Kelompok Tani Tunas Mekar Marsudi (55) di Desa Pukem, Kecamatan Bumi Agung Lampung Timur, Minggu (23/8).
Menurut Marsudi, merosotnya harga kelapa sawit itu disebabkan turunnya permintaan ekspor dalam sebulan terakhir. Dampaknya, para petani kini nyaris tidak mampu membiayai pemupukan dan membayar biaya perawatan kebun kelapa sawit mereka.
"Banyak petani yang kini merasa kurang bersemangat untuk memanen kelapa sawit di kebunnya. Sebab, jika dihitung dengan harga jualnya, tidak seimbang dengan biaya yang telah dikeluarkan," katanya.
Salah seorang pekebun lain di Desa Margo Mulyo, Kecamatan Bumi Agung, Paeran (48), mengatakan, para pekebun tradisional kini risau dengan harga kelapa sawit yang terus merosot tajam, bahkan nyaris berada di titik terendah sehingga terancam tidak mampu membiaya ongkos para pekerja sawit.
Menurutnya, beberapa bulan lalu, harga kelapa sawit masih Rp 1.500-Rp 2.000 per kg, tetapi kini anjlok mencapai Rp 600 per kg. "Kini, kami susah bangkit lagi untuk memanen karena pemasukan tidak seimbang dengan pengeluaran" katanya.
"Dahulu, dalam satu truk bisa mencapai 10 ton dengan harga Rp 1.500 per kg, bisa mendapatkan uang Rp 15 juta, sekarang dalam 10 ton hanya bisa membawa uang Rp 5 juta, belum dipotong upah pekerja dan transportasi," ujarnya. Dana yang tersisa tidak cukup untuk membeli pupuk dan membiayai perawatan masa tanam yang akan datang.
0 comments:
Post a Comment