Friday, April 16, 2010

Aktivis 77: SBY Balik ke Zaman Belanda


Jakarta - Dalam kampanyenya, SBY-Boediono selalu membantah pihaknya menganut ekonomi neoliberisme dan selalu mengatakan pro rakyat. Ternyata, aktivis 77-78 mengaku memiliki bukti ke-neolib-an SBY-Boediono. Apa itu?

"Ada Peraturan Presiden nomor 111 tahun 2007 yang ditandatangani SBY pada waktu itu ketika menko perekonomiannya Boediono yang mengatur bahwa Bank 99% sahamnya boleh dimiliki asing. Ini kan seperti zaman Belanda yang 100% di kuasai Belanda dan ini seperti adanya langkah mengembalikan pada zaman Belanda," ujar AKtivis 77-78 Abdul Rohim di Galeri Cafe TIM, Cikini, Jakarta, Selasa (21/7).

Menurut Abdul, pada waktu pilpres SBY selalu mengakui dirinya pro rakyat. Begitu juga Boediono dan Sri Mulyani yang di buktikan dengan perhatian SBY kepasda rakyat melalui BLT, BOS ataupun PNPM. Tapi, dengan adanya peraturan presiden itu telah menunjukkan bahwa SBY-Boediono itu neolib.


Menurut Abdul, pada waktu pilpres SBY selalu mengakui dirinya pro rakyat. Begitu juga Boediono dan Sri Mulyani yang di buktikan dengan perhatian SBY kepasda rakyat melalui BLT, BOS ataupun PNPM. Tapi, dengan adanya peraturan presiden itu telah menunjukkan bahwa SBY-Boediono itu neolib.

"Inilah Neolib. Padahal, Bank itu uangn tabungannya dari masyarakat dari keringat kita, modal itu hanya 10% yang lainnya uang kita tapi kepemimikan sahamnya oleh orang asing. Mana mau ada kredit usaha kecil kecuali untuk pencitraanm," katanya.

Abdul mengatakan, bisa dibandingkan antara Indonesia dengan Cina dimana kepemilikan asing hanya boleh 25%. "Cina itu bukan neolib tapi dia maju. Jadi negara maju tidak harus beraliran neolib. Bagi asing, liberalisasi itu pintu penjajahan baru," pungkasnya. Read More...

Monday, April 5, 2010

Khutbah Jum'at 2/4: Kemandirian dalam Pandangan Islam




Oleh : H. Tamlicha Hasan, LC


INSAN diciptakan oleh Allah SWT dengan unsur Ruh dan Jasad. Sebagaimana diketahui, Jasad tercipta dari tanah, maka dari tanah itu makanan, rejeki, dan nutrisi disuplai. Diatas permukaan tanah jasad hidup, berkembang, dan menjalankan peranannya, selanjutnya kematian raga juga berakhir kedalam relung tanah. Adapun ruh adalah pemberian Sang Maha Tinggi. Ruh disembunyikan dalam rongga jasad yang terbujur kaku. Dengan demikian terciptalah makhluk yang berbentuk lain. “Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (Al-Mukminun: 14).

Tidak saja sebatas itu, Allah lengkapi manusia dengan anugerah fitrah, keinginan, akal pikiran dan hidayah sebagai potensi dasar yang mengakomodir kecenderungan berbeda setiap individu. Anugerah ini menitik laksana tetesan air, mengalir curah untuk membentuk kehidupan yang mandiri dalam meningkatkan profesionalitas dan kapabilitas diri.

Kemandirian adalah sikap yang tidak menggantungkan hidup kepada orang lain. Disamping menjadi beban, gaya hidup yang tidak mandiri akan menjatuhkan kemuliaan seseorang dalam pandangan orang lain. Islam menganjurkan umatnya agar mandiri. Sehingga setiap gerak yang membawa kearah berdikari dan mandiri mendapatkan porsi penting dalam arahan-arahannya. Dari Anas ra: Nabi saw bersabda:”Seorang yang konsisten dalam mencari rejeki halal, dosanya telah terampuni”. Pada hadis lain Nabi memberi sugesti kepada umatnya:”Seorang yang berusaha mencari kebutuhan pokok dan tidak meminta-minta pada orang lain,Allah tidak akan mengazabnya pada hari kiamat. Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui, maka seseorang tidak akan pernah meminta-minta kepada orang lain sedang dia memiliki makanan untuk seharinya. Dan seorang hamba yang berusaha dengan tangannya sendiri sangat disukai oleh Allah. Sungguh Allah sangat benci seseorang yang tidak punya penghasilan dunia dan akhirat”.

Dewasa ini, kita sering menyaksikan orang yang mengaku muslim, yang sama sekali tidak berbuat sesuai dengan harapan ilmu. Mereka larut dalam bermain, gaul sia-sia, makan, minum, tidur, dan menghabiskan waktu percuma. Dengan sikapdan penampilan seperti ini, akan sangat sulit mampu mengolah potensi diri untuk bisa mandiri dalam lingkungannya.

Allah berfirman:
“Apakah sebabnya pabila diseru kepada kamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah”, kamu merasa enggan (berat) dan ingin tinggal di tempatmu?“(Q.S. at-Taubah: 38 )

Kemudian dalam kisah sahabat, Umar bin Khattab r.a adalah sosok giat bekerja siang malam. Beliau hanya tidur sebentar. Sampai-sampai keluarga menegurnya: “Engkau, mengapa tidak tidur?” Teguran ini dijawab penuh arti oleh Umar r.a: “jika aku tidur malam, sia-sialah diriku, dan jika aku tidur siang, maka sia-sialah rakyatku.”

Kisah ini merupakan pernyataan “perang” dari Umar bin Khattab r.a terhadap semua bentuk pengangguran, kemalasan, dan sifat tidak giat. Bahkan beliau pernah menghela keluar para pemuda yang tidur-tiduran di dalam mesjid dan tidak melakukan kegiatan. Mereka dipukul oleh Umar r.a, seraya berkata: “Keluar kalian, cari rejeki..! Sungguh langit tidak menurunkan emas dan perak.”

Rancang kehidupan

Kaum muslimin, sifat malas, tidak memiliki etos kerja, sikap menganggur, hanya akan melahirkan pikiran-pikiran negatif, kesengsaraan, penyakit kejiwaan, kerapuhan jaringan saraf , menghayal tanpa realitas, keresahan dan kegundahan. Sebaliknya, kerja dan semangat akan menghadirkan keluarga yang kreatif, mendatangkan kegembiraan, suka cita dan kebahagiaan. Sifat-sifat negatif ini akan berakhir bila masing-masing kita menjalankan perannya dalam hidup ini sesuai ilmu dan tugas dan kemandirian kita tanpa menjadi beban yang bergantung pada pundak dan belas kasihan orang lain.

Rasul saw bersabda:“Adalah Nabiyullah Daud tidak makan kecuali dari hasil kerja kedua tangannya.”(H.R. Imam Bukhar dari Abi Hurairah r.a dan al-Miqdam bin Ma’dikarib r.a )

Dalam buku “Shina’atul Hayat” tentang merancang kehidupan, banyak mengupas ragam manusia yang tidak memainkan peran yang seharusnya mereka lakukan dalam hidup ini. Mereka hidup, tetapi bagai oang mati. Mereka tidak melakukan yang terbaik untuk masa depan. Intinya terangkum dalam firman Allah pada surat at-Taubah ayat 87-93, yaitu: Mereka rela bersama orang-orang yang tidak ikut berjuang, Hati mereka telah terkunci mati, kelakuan yang mendustakan Allah dan Rasul-Nya, lebih suka duduk, berdiam diri tanpa alasan, dan mereka tidak mampu memahami keutamaan jihad dan pada saat yang sama tidak memiliki ilmu tentang aib berikut efek negatif dari berleha-leha atau menganggur.

Bahkan seorang budak perempuan berkulit hitam, penyapu masjid Rasulullah saw, telah memainkan perannya dalam kehidupan. Dan dengan peran itu pula ia memasuki surga. Firman Allah: “Sesungguhnya, perempuan budak yang mukminah lebih baik dari wanita musyrik walaupun dia ( wanita musyrik ) memikat hatimu.” (Q.S. al-Baqarah: 221 )

Demikian pula halnya, budak pembuat mimbar Rasulullah saw. Ia telah menghasilkan karya kemandiriannya karena memang bakatnya yang dimilikinya di bidang pertukangan. “Orang-orang yang tidak memiliki ( untuk disedekahkan ) selain sekedar kesanggupannya.” (Q.S. al-Taubah: 79 )

Memupuk kemandirian

Untuk memupuk kemandirian berbagai cara bisa dilakukan, yaitu: Jihad, ijtihad, dan mujahadah. Jihad; berarti menggerakkan segala potensi fisik untuk membangun dan memperluas jaringan kerja. Ijtihad adalah meningkat-gunakan kemampuan daya pikir secara maksimal, demi pengembangan ilmu, pengetahuan dan teknologi, serta menguasai dimensi rasionalitas, intelektualitas, dan akademisitas. Sedangkan mujahadah; bermakna pendekatan diri kepada Allah sebagai satu-satunya penolong, penguasa, dan penentu segala sesuatu, serta bertawakkal kepadaNya lahir dan batin. Dalam riwayat Imam Daru Quthni dari Jabir, Nabi saw bersabda: ”Suatu yang amat aku khawatirkan terhadap umatku adalah besar perut, tidur siang hari, malas, dan lemah keyakinan (tekad)“

Demikianlah, semoga bermanfaat bagi kita semua, rakyat dan pemimpin negeri ini. Cerminkan karakter kemandirian melalui bangunan tauhid, keimanan dan potensi diri. Jangan gundah dan cemas hadapi hidup hingga bergantung dan menjadi beban orang lain, terlebih komunitas lain yang berbeda prinsip dan keyakinan. Rasa cemas, takut dan ragu-ragu untuk kokoh di atas kedua kaki sendiri tidak perlu ada selama Allah yang menghidupkan, mematikan dan member rejeki. Adapun hidup yang bergantung pada orang lain agar hanya mendapat simpati mereka, ingin dipuji, takut dicela menjadi penyebab keterbelakangan, suntuk, dan kegusaran. Pada akhirnya sikap ini adalah muara dari aliran sungai kerapuhan tauhid. Berbuat, beraktivitas, dan mandirilah. Allah, Rasul-Nya serta Orang-orang yang beriman akan menyaksikan aktivitas amal kita. Wallahu Waliyuttaufiq Read More...

Tuesday, March 30, 2010

Ampun...!!!! Sop Janin dari Taiwan


Cerita ini ditulis oleh seorang wartawan di Taiwan sehubungan dengan adanya gosip mengenai makanan penambah kekuatan dan stamina yang dibuatdari sari/kaldu janin manusia. ‘Healthy Soup’ yang dipercaya dapat meningkatkan stamina dan keperkasaan pria terbuat dari janin bayi manusia berumur 6 – 8 bulan dapat dibeli per porsi seharga 3000-4000 RMB (mata uang setempat). Salah seorang pengusaha pemilik pabrik di daerah Tong Wan,Taiwan mengaku sebagai pengkonsumsi tetap ‘Healthy Soup’. Sebagai hasilnya, pria berusia 62 tahun menjelaskan khasiat ‘Healthy Soup’ ini mempertahankan kemampuannya untuk dapat berhubungan seks beberapa kalidalam semalam.

Penulis diajak oleh pengusaha tersebut di atas ke salah satu restoran yang menyediakan ‘Healthy Soup’ di kota Fu San – Canton dan diperkenalkan kepada juru masak restoran tersebut. Kata sandi untuk ‘Healthy Soup’ adalah BAIKUT. Juru masak restoran menyatakan jenis makanan tersebut tidak mudah di dapat karena mereka tidak tersedia ‘ready stock’. Ditambahkan pula bahwa makanan tersebut harus disajikan secara fresh,bukan frozen. Tetapi kalau berminat, mereka menyediakan ari-ari bayi(plasenta) yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual dan juga obat awet muda. Juru masak restoran tersebut mengatakan jika memang menginginkan Healthy Soup’, dia menganjurkan untuk datang ke sebuah desa di luar kotadi mana ada sepasang suami istri yang istrinya sedang mengandung 8 bulan. Diceritakan pula bahwa si istri sebelumnya sudah pernah mengandung 2 kali, tetapi kedua anaknya lahir dengan jenis kelamin perempuan. Jika kali ini lahirperempuan lagi, maka ‘Healthy Soup’ dapat diperoleh dalam waktu dekat.Cara pembuatan ‘Healthy Soup’, seperti yang diceritakan oleh jurnalis yang meliput kisah ini adalah sebagai berikut: Janin yang berumur beberapabulan, ditambah Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, Jahe, daging ayam danBaikut, di tim selama 8 jam, setelah itu dimasak selayaknya memasak sup.Beberapa hari kemudian seorang sumber menghubungi penulis untuk memberitahukan bahwa di Thaisan ada restoran yang sudah mempunyai stok untuk ‘Healthy Soup’. Bersama sang pengusaha, penulis dan fotografer pergi ke restoran di Thaisan untuk bertemu dengan juru masak restoran tersebut yang tanpa membuang waktu langsung mengajak rombongan untuk tour ke dapur. Di atas papan potong tampak janin tak bernyawa itu tidak lebih besar dari seekor kucing. Sang juru masak menjelaskan bahwa janin tersebut baru berusia 5 bulan.

Tidak dijelaskan berapa harga belinya, yang pasti itu tergantung besar-kecil, hidup-mati janin tersebut dan sebagainya (Masya Allah!!!). Kali ini, harga per porsi ‘Healthy Soup’ 3,500 RMB karena stok sedang sulit untuk didapat. Sambil mempersiapkan pesanan kami, dengan terbuka juru masak tersebut menerangkan bahwa janin yang keguguran atau digugurkan, biasanya mati, dapat dibeli hanya dengan beberapa ratus RMB saja, sedang kalau dekat tanggal kelahiran dan masih hidup, bisa semahal 2.000 RMB.

Urusan bayi itu diserahkan ke restoran dalam keadaan hidup atau mati, tidak ada yg mengetahui. Setelah selesai, ‘Healthy Soup’ disajikan panas di atas meja, penulis dan fotografer tidak bernyali untuk ikut mencicipi, setelah kunjungan di dapur, sudah kehilangan semua selera makan, maka cepat-cepat meninggalkan mereka dengan alasan tidak enak badan. Menurut beberapa sumber, janin yang dikonsumsi semua adalah janin bayi perempuan. Apakah ini merupakan akibat kebijaksanaan pemerintah China untuk mewajibkan satu anak dalam satu keluarga yg berlaku sampai sekarang, atau hanya karena kegemaran orang akan makanan sehat sudah mencapai suatu kondisi yang sangat terkutuk.

Pesan:
Harap teruskan cerita ini kepada setiap orang demi menghindari penyebarluasan kebiasaan yang tak berperikemanusiaan tersebut. Sebagai manusia beragama dan berpikiran sehat, kita berkewajiban untuk
menghentikan tindakan kanibalisme dalam bentuk dan alasan apapun. Bangsa manusia adalah bangsa yang derajatnya paling tinggi dari mahluk apapun di bumi ini, dan tindakan tersebut adalah tindakan yang sesungguhnya bukan berasal dari pemikiran manusia
gambar pembuatannya: Read More...